Minggu, 11 November 2018

CONTOH DESAIN PRODUK DAN KEMASAN

Menurut situs eksiklopedia bebas, packaging design atau cukup disingkat dengan packaging saja, adalah sebuah kerja yang merupakan gabungan dari proses desain, evaluasi, dan pembuatan kemasan produk. Dari definisi ini, kita sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa proses pembuatan kemasan produk tidaklah boleh berhenti hanya pada sketsa atau desain di aplikasi komputer macam photoshop atau corel. Karena kalau berhenti hanya sampai di tahapan itu, istilah yang pantas digunakan adalah packaging concept alias konsep kemasan.

Tujuan desain kemasan
Umunya tujuan desain kemasan adalah khusu ubtuk masing masing-masing produk atau merek tertentu. Desain kemasan bisa diarahkan untuk:
·  Menampilkan atribut unik sebuah produk
·  Memperkuat penampilan estetika dan nilai produk
·  Mempertahankan keseragaman dalam kesatuan merek produk
·  Memperkuat perbedaan antara ragam produk dan lini produk
·  Mengembangkan bentuk kemasan berbeda yang sesuai dengan kategori

Macam-macam Desain Kemasan
Jenis-Jenis Kemasan
· Kertas, Karton, Karton Bergelombang (Kemasan primer & sekunder, perkembangan relatif stabil)
· Kemasan plastik kaku  (Kemasan primer & sekunder, perkembangan relatif stabil)
· Kemasan Fleksibel (Kemasan primer, perkembangannya meningkat pesat.)
· Logam  (Kemasan primer & sekunder, perkembangan menurun pesat.)
·Gelas (Kemasan primer, perkembangan relatif stabil)
·Karung  (Kemasan primer & sekunder, perkembangan relatif stabil)

a.      Kemasan kaku :

·Blow Moulding
·Injection Moulding
·  Thermoforming
Blow Moulding : Diproses dengan extrusi pipa plastik berongga yang ditiup menjadi bentuk botol sesuai dgn cetakannya. Misal : botol air mineral.
Injection Moulding : Diproses dengan extrusi tekanan tinggi dan porsi resin yang tetap secukupnya ke dalam cetakan yang tertutup sesuai bentuk yang dibuat,
misal : cup, gelas plastik
Thermoforming : Diproses dengan dimulai pembuatan lembaran plastik dahulu, kemudian baru dicetak dengan dipanaskan sesuai bentuk yang diinginkan. Misal tray, cup dll.


b.      Kemasan Fleksibel
Dari sekian jenis kemasan pada saat ini, jenis kemasan fleksibel yaitu kemasan yang dibuat dari bahan plastik fleksibel menjadi alternatif paling pesat pemakaianya, ini karena beberapa keunggulan :
· Bisa dipadukan dengan AF, kertas atau jenis plastik lain.
·  Umumnya dicetak secara Rotogravure / Flexografi
· Sewaktu diisi volume sesuai dengan isian, sewaktu kosong hanya memakan tempat sedikit.
·  Dari segi biaya,  kemasan jenis fleksibel lebih murah dari jenis kemasan yang lain.
 
c.       Bahan Kemasan Kertas
Kertas terdiri dari :
•Kertas Khusus
•Kertas Industri


Umumnya jenis kertas yang digunakan sebagai bahan kemasan adalah kelompok kertas industri
     d. Bahan Kemasan Karton
Biasanya dibuat dalam bentuk kotakan lipat / folding karton yang terbuat dari bahan karton duplek dan sejenisnya, ketebalan duplek disesuaikan dengan berat isi produk atau ketebalan sekaligus sebagai daya tarik tersendiri.


     e. Bahan Kemasan Logam / Kaleng
Kemasan kaleng terdiri dari :
• Prime Plate
Untuk kemasan produk makanan
• Waste Plate
Digunakan untuk hampir seluruh produk selain makanan karena mudah berkarat.

     f. Bahan Kemasan Alumunium
Lebih tipis dan lebih ringan bila dibandingkan dengan kemas kaleng, dan biasa digunakan untuk mengemas minuman atau sirup buah.

      g. Bahan Kemasan Plastik
Terbuat dari bahan dasar yang terbuat dari minyak bumi, batu bara atau gas alam dan dibentuk sesuai keperluan yang diinginkan. Biasanya dalam bentuk RIGID, SEMIRIGID atau electroforming dan kemasan monolayer lainnya.

      h. Bahan Kemasan Kaca
Terdiri dari botol bertekanan dan tidak bertekanan.
Biasa dipakai utk minuman soft dll.

Bahan Kemasan Laminasi
Merupakan kemasan yang terbuat dari beberapa lapis film plastik yang dibuat dalam bentuk kantong melalui perekat panas. Umumnya kemasan ini menggunakan jenis plastik PE dan PP.

Pengertian Kemasan 

Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenis-jenis Kemasan
Ilustrasi Kemasan
Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33).

Menurut Kotler & Keller (2009:27), pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Biasanya fungsi utama dari kemasan adalah untuk menjaga produk. Namun, sekarang kemasan menjadi faktor yang cukup penting sebagai alat pemasaran (Rangkuti, 2010:132)

Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Kemasan adalah bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat merebut minat konsumen terhadap pembelian barang. Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain yang memproduksi produk-produk sejenis dalam pasar yang sama.

Fungsi Kemasan 

Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkus suatu barang sebab mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus, tetapi jauh lebih luas dari pada itu. Simamora (2007) mengemukakan pengemasan mempunyai dua fungsi yaitu:

1. Fungsi Protektif 

Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.

2. Fungsi Promosional 

Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk. Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana promosional. Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan.

Sedangkan menurut Kotler (1999:228), terdapat empat fungsi kemasan sebagai satu alat pemasaran, yaitu :

  1. Self service. Kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, dimana kemasan harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang mendukung produk. 
  2. Consumer offluence. Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik. 
  3. Company and brand image. Perusahaan mengenal baik kekuatan yang dikandung dari kemasan yang dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek produk.
  4. Inovational opportunity. Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga memberi keuntungan bagi produsen.
Selain berfungsi sebagai media pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut:
  1. Kemasan melindungi produk dalam pergerakan. Salah satu fungsi dasar kemasan adalah untuk mengurangi terjadinya kehancuran, busuk, atau kehilangan melalui pencurian atau kesalahan penempatan. 
  2. Kemasan memberikan cara yang menarik untuk menarik perhatian kepada sebuah produk dan memperkuat citra produk. 
  3. Kombinasi dari keduanya, marketing dan Logistik dimana kemasan menjual produk dengan menarik perhatian dan mengkomunikasikannya.

Tujuan Kemasan 

Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
  1. Physical Production. Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya. 
  2. Barrier Protection. Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya. 
  3. Containment or Agglomeration. Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan.
  4. Information Transmission. Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
  5. Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian. 
  6. Convenience. Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali. 
  7. Marketing. Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.

Jenis-jenis Kemasan 

Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  1. Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dll). 
  2. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya.
  3. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.
Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  1. Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng. 
  2. Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap. 
  3. Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.
Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya. 
  2. Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.
CONTOH DESAIN KEMASAN YANG UNIK

Senin, 22 Oktober 2018

MATERI DESAIN PRODUK DAN KEMASAN

A.Pengertian

a.Desain Produk

Desain produk adalah proses menciptakan produk baru yang akan dijual oleh perusahaan untuk pelanggannya. Sebuah konsep yang sangat luas, pada dasarnya generasi dan pengembangan ide-ide yang efektif dan efisien melalui proses yang mengarah ke produk-produk baru. Dalam pendekatan sistematis, desainer produk konsep dan mengevaluasi ide-ide, dan mengubahnya menjadi penemuan yang nyata dari produk. Peran produk desainer adalah untuk menggabungkan seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk menciptakan produk-produk baru yang dapat digunakan orang lain.

Maksud dan Tujuan Desain Produk
Berdasarkan beberapa pengertian Desain Produk tersebut diatas ternyata bahwa Produk Desain mempunyai maksud dan tujuan untuk membantu perusahaan dalam menciptakan dan mengembangkan produk baru atau untuk menjamin hasil produki yang sesuai dengan keinginan pelanggan disatu pihak serta dipihak lain untuk menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan.
  • Maksud dari Desain Produk, antara lain :
  • Untuk menghindari kegagalan – kegagalan yang mungkin terjadi dalam pembuatan suatu produk.
  • Untuk memilih metode yang paling baik dan ekonomis dalam pembuatan produk.
  • Untuk menentukan standarisasi atau spesifikasi produk yang dibuat.
  • Untuk menghitung biaya dan menentukan harga produk yang dibuat.
  • Untuk mengetahui kelayakan produk tersebut apakah sudah memenuhi persyaratan atau masih perlu perbaikan kembali.
  • Sedangkan tujuan dari Desain Produk itu sendiri, adalah :
  • Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan mempunyai nilai jual yang tinggi.
  • Untuk menghasilkan produk yang trend pada masanya.
  • Untuk membuat produk seekonomis mungkin dalam penggunaan bahan baku dan biaya – biaya dengan tanpa mengurangi nilai jual produk tersebut.

b.Kemasan

Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33).

Menurut Kotler & Keller (2009:27), pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Biasanya fungsi utama dari kemasan adalah untuk menjaga produk. Namun, sekarang kemasan menjadi faktor yang cukup penting sebagai alat pemasaran (Rangkuti, 2010:132).

Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Kemasan adalah bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat merebut minat konsumen terhadap pembelian barang. Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain yang memproduksi produk-produk sejenis dalam pasar yang sama.

Fungsi Kemasan 

Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkus suatu barang sebab mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus, tetapi jauh lebih luas dari pada itu. Simamora (2007) mengemukakan pengemasan mempunyai dua fungsi yaitu:

1. Fungsi Protektif 

Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.

2. Fungsi Promosional 

Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk. Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana promosional. Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan.

Sedangkan menurut Kotler (1999:228), terdapat empat fungsi kemasan sebagai satu alat pemasaran, yaitu :

  1. Self service. Kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, dimana kemasan harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang mendukung produk. 
  2. Consumer offluence. Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik. 
  3. Company and brand image. Perusahaan mengenal baik kekuatan yang dikandung dari kemasan yang dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek produk.
  4. Inovational opportunity. Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga memberi keuntungan bagi produsen.
Selain berfungsi sebagai media pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut:
  1. Kemasan melindungi produk dalam pergerakan. Salah satu fungsi dasar kemasan adalah untuk mengurangi terjadinya kehancuran, busuk, atau kehilangan melalui pencurian atau kesalahan penempatan. 
  2. Kemasan memberikan cara yang menarik untuk menarik perhatian kepada sebuah produk dan memperkuat citra produk. 
  3. Kombinasi dari keduanya, marketing dan Logistik dimana kemasan menjual produk dengan menarik perhatian dan mengkomunikasikannya.

Tujuan Kemasan 

Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
  1. Physical Production. Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya. 
  2. Barrier Protection. Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya. 
  3. Containment or Agglomeration. Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan.
  4. Information Transmission. Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
  5. Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian. 
  6. Convenience. Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali. 
  7. Marketing. Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.

Jenis-jenis Kemasan 

Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  1. Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dll). 
  2. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya.
  3. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.
Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  1. Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng. 
  2. Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap. 
  3. Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.
Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya. 
  2. Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.


Minggu, 16 September 2018

Nama:Garin Nur Chofifah
Kelas:XI TEI

SOAL


A.PILIHAN GANDA

1. Hak eksklusif yang diberikan negara kepada seseorang sekelompok orang , maupun lembaga untuk memegang kuasa dalam dalam menggunakan dan mendapatkan manfaat dari kekayaan intelektual yang dimiliki atau diciptakan , adalah pengertian dari ...
a. Peluang usaha
b. Hak Kekayaan Intelektual
c. Paten
d. Toleransi
e. Realitas

2. Dibawah ini yang merupakan perlindungan hukum secara nasional adalah , kecuali ...
a, Paten
b. Merek
c. Peluang Usaha
d. Indikasi Geografis
e. Rancangan Industri

3, Dibawah ini yang termasuk prinsip Hak Kekayaan Intelektual adalah ...
a. Prinsip Sosial , Ekonomi , Keadilam , Kebudayaan
b. Prinsip ekonomi , sosial , kebudayaan , kesepakatan
c. Prinsip Kekeluargaan , sosial , ekonomi
d. Prinsip Pertumbuhan , ekonomi
e. Semua Jawaban benar

4. Hak Intelektual berasal dari kegiatan kreatif suatu kemauan daya pikir manusia yang diekspresikan dalam berbagai bentuk yang akan memberikan keuntungan kepada pemilik yang bersangkutan , adalah pengertian dari prinsip ....
a. Prinsip Sosial
b. Prinsip Ekonomi
c. Prinsip Kebudayaan
d. Prinsip Keadilan
e. Prinsip Kekeluargaan

5. Perkembangan ilmu pengetahuan , sastra , dan seni untuk meningkatkan kehidupan manusia , adalah pengertian dari prinsip...
a. Prinsip Ekonomi
b. Prinsip Sosial
c. Prinsip Keadilan
d. Prinsip Kebudayaan
e. Prinsip Usaha

6. Peluang Usaha , dua kata yang memiliki pengertian yang berbeda, kata "Peluang" disini memiliki pengertian....
a. Upaya
b Kesempatan
c. Peluang
d. Usaha
e. Tata Usaha

7. Kesempatan yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuan dengan cara melakukan usaha yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki , adalah pengertian dari.....
a. Kreatifitas
b. Peluang
c. Usaha
d. Peluang Usaha
e. Semua jawaban benar

8. Ada berapa sumber untuk peluang atau kesempatan dalam usaha...
a. 2
b. 6
c. 9
d. 5
e. 7

9. Peluang yang paling potensial dan sangat besar resiko kesuksesannya adalah peluang yang bersumber dari dalam diri sendiri. Alasannya adalah sebagai berikut...
a. Keinginan , Hobi
b. Pengetahuan 
c. Hobi , Keahlian , Pengetahuan dan Latar belakang pendidikan 
d. Latar belakang pendidikan 
e. Keahlian dan Keinginan

10. Untuk menganalisi peluang usaha dapat menggunakan Analisis SWOT , yaitu
a. Strength , Windows , On , Threat
b. Strength , Work , Opportunity , Threat
c. Strength , Weakness , Opportunity , Threat
d. Strength , Wikipedia , Oternity , Threat
e. Strength , Wikipedia , Opportunity , Threat

11. Ancapan apa saja yang terjadi saat kita berusaha , arti dari ...
a. Threat
b. Opportunity
c. Weakness
d. Strength
e. Wikipedia

12. Kelemahan apa yang membatasi atau menghambat usaha kita , arti dari ...
a. Strength
b. Weakness
c. Opportunity
d. Threat
e. Oternity

13. Kekuatan apa yang akan mendukung usaha kita untuk mencapai sasaran , arti dari ....
a. Opportunity
b. Weakness
c. Strength
d. Oternity
e. Threath

14. Peluang usaha apa saja yang menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan , arti dari....
a. Opportunity
b. Weakness
c. Strength
d. Threath
e. Oternity

15. Percaya dan yakin bahwa usaha bisa di laksanakan , Janganlah hadiri lingkungan yang statis yang akan melumpuhkan pikiran wirausahawan , Setiap hari bertanyalah pada diri sendiri, “ bagaimana saya dapat melakukan usaha lebih baik ? “ , Bertanya dan dengarkanlah , Peluas pikiran anda , adalah cara memanfaatkan peluang bisnis ini dikemukakan oleh ....
a. Paul Charlap
b. Williams
c. Ir.Soekarno
d. Dr.D. J. Schwartz
e. Moh Hatta

16. Dalam memanfaatkan peluang usaha Paul Charlap mengemukakan sebuah rumusan yang mencakup 4 unsur yang harus di miliki seorang wirausahawan antara lain adalah ...
a. Work Smart , Service , Enthusiasm , Strength
b. Work Hard , Work Smart , Service , Threath
c. Opportunity , Work Hard , Service , Enthusiasm
d. Work Smart , Service , Hard , Opportunity
e. Work Hard , Work Smart , Enthusiasm , Service

17.  Apa yang di maksud dengan Work Hard ....
a. Kegairahan
b. Kerja Keras
c. Pelayanan 
d. Kerja Cerdas
e. Kerja Kuat 

18. Apa yang di maksud dengan Enthusiasm...
a. Kegairahan 
b. Pelayanan 
c. Kerja Kuat 
d. Kerja Cerdas 
e. Semua Jawaban Benar 

19. Apa yang di maksud dengan Service ...
a. Kerja Kuat 
b. Kerja Cerdas 
c. Pelatihan
d. Pelayanan 
e. Pemrosesan 

20. Apa yang di maksud dengan Work Smart ....
a. Progres
b. Kerja cerdas
c. Keja Cermat
d. Cerdas Kerja
e. Kerja Kuat

21. Sumber peluang usaha memiliki 2 persyaratan , diantaranya ialah ....
a. Dapat dipercaya dan masil berlaku , Memadai
b. Disiplin , Mematuhi tata tertib
c. Datanya harus lengkap , Dapat dipercaya dan masih berlaku.
d. Dapat memegang amanah dan Budi Pekerti
e. Datanya harus benar dan dimengerti 

22. Hak yang diakui oleh hukum dan telah diberikan kepada individu merupakan satu kesatuan sehingga perlindungan diberikan bedasarkan keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat , pengertian dari prinsip....
a. Prinsip ekonomi
b. Prinsip Kekeluargaan
c. Prinsip Sosial
d. Prinsip Keadilan 
e. Prinsip Kerakyatan

23. Di dalam menciptakan sebuah karya atau orang yang bekerja membuahkan suatu hasil dari kemampuan intelektual dalam ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang akan mendapat perlindungan dalam pemiliknya , pengertian dari prinsip.....
a. Prinsip Kebudayaan 
b. Prinsip Kerakyatan
c. Prinsip Keadilan
d. Prinsip Sosial
e. Prinsip Ekonomi

24. Dibawah ini yang termasuk dasar hukum tentang hak paten....
a. Undang-undang Nomor 13/1997 
b. Undang-undang Nomor 14/1997
c. Undang-undang Nomor 13/1998
d. Undang-undang Nomor 12/1998
e. Undang-undang Nomor 13/1999

25. Dibawah ini yang termasuk dasar hukum tentang hak merek....
a. Undang-undang Nomor 20/1997
b. Undang-undang Nomor 23/1998
c. Undang-undang Nomor 10/1999
d. Undang-undang Nomor 14/1997 
e. Semua jawaban benar

26. Dibawah ini yang termasuk dasar hukum tentang hak cipta....
a. Undang-undang Nomor 10/1999
b. Undang-undang Nomor 11/1990
c. Undang-undang Nomor 10/1990
d. Undang-undang Nomor 12/1997
e. Undang-undang Nomor 21/1997

27. Dibawah ini yang termasuk dasar hukum tentang hak kepabeanan...
aUndang-undang Nomor 10/1995
b. Undang-undang Nomor 11/1995
c. Undang-undang Nomor 14/1997
d. Undang-undang Nomor 17/1998
e. Semua jawaban salah 

28. Peluang Usaha , dua kata yang memiliki pengertian yang berbeda, kata "Usaha" disini memiliki pengertian....
a. upaya dengan berbagai daya untuk mencapai tujuan atau sesuatu yang diinginkan

b. upaya dengan berbagai cara untuk mencapai suatu yang ingin dicapai
c. upaya untuk mencapai sesuatu yang oranglain inginkan
d. upaya dengan cara menyatukan suatu organisasi
e. upaya untuk menyelesaikan suatu masalah

29. Dibawah ini yang termasuk dasar hukum tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization (WTO).....
a. Undang-undang Nomor 7/1994
b. Undang-undang Nomor 11/1990

c. Undang-undang Nomor 10/1990
d. Undang-undang Nomor 12/1997
e. Undang-undang Nomor 21/1997

30. Berapa unsur yang dikemukakan oleh Paul Charlap...
a. 2
b. 8
c. 6
d. 4
e. 3

B.URAIAN

1. Apa pengertian Peluang Usaha...
2. Apa pengertian Hak Intelektual...
3. Sebutkan 7 langkah dalam mengatasi resiko bisnis...
4. Sebutkan 3 contoh peluang usaha sesuai dengan keahlian ...
5. Sebutkan 5  contoh peluang usaha di lingkungan sekolah ...
6. Sebutkan 6 sumber informasi peluang usaha ...
7. Sebutkan 2 kasus pelanggaran HAKI...
8. Sebutkan 4 orinsip HAKI , Jelaskan !
9. Apa saja hak yang memerlukan perlindungan nasional ....
10. Sebutkan 5 contoh peluang usaha di lingkungan tempat tinggal...